PAPUA.DISWAY.ID - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria menerima audiensi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di ruang kerja kementerian, Rabu (4/3/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah program prioritas pembangunan desa di Papua Barat yang membutuhkan dukungan dari Kementerian Desa PDT.
Fokus Penguatan Ekonomi Desa
Dalam audiensi itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan sejumlah program strategis yang menyasar tujuh kabupaten, 91 distrik, 57 kelurahan, serta 817 kampung di wilayah tersebut.
"Kami programkan penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Selain itu, ada program bidang pendidikan dan kesehatan," ujar Mandacan.
Selain penguatan ekonomi desa, pemerintah daerah juga menyiapkan program peningkatan kapasitas aparatur serta masyarakat desa.
Program lain yang menjadi perhatian adalah pembangunan infrastruktur pedesaan dan pengembangan daerah tertinggal, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan konektivitas.
Desa Ekspor dan Desa Wisata
Mendes PDT Yandri Susanto menyambut positif berbagai usulan program dari Pemerintah Provinsi Papua Barat karena dinilai selaras dengan 12 Aksi Prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia.
Salah satu program prioritas tersebut adalah Desa Ekspor yang mendorong desa memanfaatkan potensi lokal untuk menembus pasar internasional.
"Sekarang desa bisa langsung ekspor lewat BUMDesa," kata Yandri.
Selain itu, Kemendes juga mendorong pengembangan Desa Wisata dengan meminta pemerintah daerah menunjuk satu desa sebagai proyek percontohan atau pilot project.
Papua Barat juga didorong untuk mengembangkan Desa Tematik sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.
Program TEKAD di Papua Barat
Dalam kesempatan itu, Mendes Yandri menyebut Papua Barat juga menjadi lokasi program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).
Program tersebut mencakup 185 desa yang tersebar di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, dan Kaimana.
Melalui program TEKAD, pemerintah menargetkan peningkatan ekonomi masyarakat desa sekaligus mempercepat pembangunan wilayah pedesaan.
Kemendes juga mendorong percepatan penyelesaian desa-desa yang masih belum memiliki akses sinyal dan internet.