PAPUA.DISWAY.ID - Hantavirus merupakan kelompok virus dari famili Hantaviridae yang umumnya menyebar melalui paparan debu atau aerosol yang telah terkontaminasi air liur, urine, maupun kotoran hewan pengerat. Tikus menjadi hewan yang paling sering dikaitkan sebagai perantara penularan virus ini kepada manusia.
Seseorang dapat terinfeksi ketika partikel virus masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan atau kontak langsung dengan benda yang telah terkontaminasi. Infeksi hantavirus perlu diwaspadai karena dapat memicu gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.
Jenis Penyakit Akibat Infeksi Hantavirus
Hantavirus terdiri dari berbagai jenis virus dengan dampak penyakit yang berbeda-beda pada manusia. Salah satu penyakit yang paling dikenal adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau sindrom paru hantavirus.
Penyakit ini menyerang sistem pernapasan dan dapat berkembang menjadi kondisi yang berbahaya apabila tidak segera ditangani. Selain HPS, beberapa jenis hantavirus juga bisa menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yaitu sindrom demam berdarah yang disertai gangguan ginjal.
Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun pengobatan yang diakui secara global untuk mengatasi infeksi hantavirus secara spesifik. Namun, sejumlah penelitian menyebut beberapa kandidat obat seperti ribavirin, favipiravir, ETAR, vandetanib, dan laktoferin memiliki potensi membantu meningkatkan peluang pemulihan pada fase awal infeksi.
Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai
Gejala infeksi hantavirus dapat berbeda pada setiap orang tergantung jenis virus dan kondisi kesehatan penderitanya. Keluhan biasanya muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah terpapar virus.
Beberapa gejala umum hantavirus meliputi:
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Kelelahan berlebihan
- Mual, muntah, dan diare
- Nyeri perut
- Mata merah atau mengalami peradangan Gangguan sistem saraf
- Kesulitan bernapas
- Kulit atau bibir tampak kebiruan
Pada kondisi tertentu, gejala dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun fungsi ginjal.
Penyebab dan Cara Penularan Hantavirus
Penularan hantavirus paling sering terjadi melalui partikel virus dari hewan pengerat yang terbawa udara. Saat seseorang menghirup debu atau aerosol yang telah terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus, virus dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.
Selain tikus, beberapa hewan lain seperti hamster, pika, dan musang juga diketahui dapat membawa virus ini.
Berikut beberapa cara penularan hantavirus:
- Menghirup partikel virus yang tersebar di udara
- Kontak langsung dengan urine, air liur, atau tinja hewan pengerat
- Menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus lalu menyentuh wajah
Sebagian besar kasus penularan berasal dari hewan pengerat. Namun pada jenis tertentu, penularan antarmanusia juga dilaporkan dapat terjadi.
Cara Mengatasi Infeksi Hantavirus
Penanganan hantavirus perlu dilakukan secepat mungkin karena infeksi dapat berkembang secara cepat dan berisiko fatal. Hingga kini belum ada obat khusus yang digunakan secara global untuk menyembuhkan infeksi hantavirus.
Dokter biasanya akan memberikan perawatan berdasarkan kondisi pasien dan tingkat keparahan gejala yang muncul. Penanganan tersebut antara lain:
- Pemberian oksigen atau alat bantu napas bagi pasien dengan gangguan paru
- Terapi cairan untuk mencegah dehidrasi
- Obat penurun demam dan pereda gejala lainnya
- Dialisis atau cuci darah pada pasien dengan gangguan ginjal akibat HFRS
Pasien juga umumnya perlu menjalani isolasi untuk mengurangi risiko penyebaran virus lebih luas. Tenaga medis yang menangani pasien diwajibkan menggunakan alat pelindung diri untuk menghindari paparan langsung.