Dana Tambahan Infrastruktur Papua 2027 Capai Rp596,1 Miliar

Dana Tambahan Infrastruktur Papua 2027 Capai Rp596,1 Miliar

Alokasi Dana Tambahan Infrastruktur atau DTI Papua 2027 naik menjadi Rp596,1 miliar, meningkat Rp65,56 miliar dari tahun sebelumnya.--Ilustrasi/AI

PAPUA.DISWAY.ID - Alokasi Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) Provinsi Papua untuk 2027 meningkat menjadi Rp596,1 miliar. Angka tersebut naik sekitar Rp65,56 miliar dibandingkan alokasi tahun sebelumnya sebesar Rp530,5 miliar.

Kepala Bapperida Provinsi Papua Muflih Musaad mengatakan peningkatan alokasi juga terjadi pada besaran dana yang diterima setiap kabupaten dan kota.

“Alokasi DTI Papua menunjukkan kecenderungan meningkat dalam periode 2023 hingga 2027 seiring dengan perubahan sejumlah indikator yang menjadi dasar perhitungan,” katanya saat penandatanganan kesepakatan proporsi alokasi DTI di Ruang Rapat Gubernur Papua, Jayapura, Selasa (6/10/2026).

Menurut Muflih, perhitungan DTI mempertimbangkan sejumlah indikator daerah, antara lain luas wilayah, jumlah orang asli Papua (OAP), jumlah penduduk, serta indeks kemahalan konstruksi.

Rp387,48 Miliar untuk Provinsi

Berdasarkan kesepakatan alokasi 2027, bagian Provinsi Papua mencapai sekitar Rp387,48 miliar. Sementara alokasi untuk kabupaten dan kota mencapai sekitar Rp208,64 miliar.

Pemprov Papua akan menggunakan alokasi tersebut untuk mendukung prioritas pembangunan daerah, termasuk peningkatan konektivitas dan akses internet.

Muflih mengatakan daerah dengan alokasi DTI relatif kecil tetap menjadi perhatian melalui program prioritas pemerintah provinsi. Waropen dan Supiori, misalnya, diarahkan mendapat dukungan dalam pengembangan konektivitas.

Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi angkutan laut untuk mendukung konektivitas Jayapura, Serui dan Biak. Program tersebut ditujukan agar konektivitas antardaerah dapat berlangsung secara berkelanjutan dan mulai dijalankan pada 2026.

“Dengan subsidi angkutan laut ini diharapkan dapat mendukung konektivitas antardaerah secara berkelanjutan, terutama dalam menghubungkan Jayapura, Serui dan Biak,” ujarnya.

Sumber: