PAPUA.DISWAY.ID - Menjelang waktu berbuka, masyarakat Indonesia memiliki tradisi yang hampir selalu hadir setiap Ramadhan: ngabuburit. Aktivitas ini tidak sekadar menjadi rutinitas menunggu azan maghrib, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial yang menarik.
Secara historis, ngabuburit identik dengan kegiatan sederhana seperti berkumpul atau berjalan santai. Namun, perkembangan gaya hidup urban turut mengubah wajah tradisi tersebut.
BACA JUGA:Tak Sekadar Lapar dan Dahaga, Ini Hal yang Membatalkan Puasa
Kini, ngabuburit kerap diisi dengan:
- Berburu takjil di pusat kuliner
- Aktivitas komunitas
- Kegiatan rekreatif di ruang publik
- Produksi konten media sosial
BACA JUGA:Puasa Tanpa Lemas: Strategi Menjaga Stamina Selama Ramadhan
Fenomena ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Peningkatan kepadatan lalu lintas hingga lonjakan transaksi kuliner menjadi pola musiman yang berulang.
Meski mengalami perubahan bentuk, esensi ngabuburit tetap sama: menghadirkan ruang interaksi sosial yang khas di bulan suci.