Komentar yang ramai menjadi sinyal positif bagi algoritma.
5. Hashtag Relevan, Bukan Banyak
Algoritma TikTok 2026 lebih menyukai hashtag yang spesifik dan relevan dibanding hashtag umum.
Gunakan kombinasi:
- hashtag niche,
- hashtag topik,
- hashtag lokasi (jika relevan).
Cukup 3–5 hashtag yang benar-benar sesuai isi konten.
6. Konsisten pada Satu Niche
Akun yang konsisten pada satu tema lebih mudah dikenali algoritma. Jika hari ini konten edukasi, besok hiburan, lalu lusa jualan, distribusi konten bisa melemah.
Pilih satu fokus utama, misalnya:
- edukasi,
- berita singkat,
- lifestyle,
- bisnis,
- hiburan.
Konsistensi membantu algoritma menemukan audiens yang tepat.
7. Perhatikan Jam Upload
Waktu unggah tetap berpengaruh, terutama untuk mendapatkan interaksi awal.
Secara umum, waktu yang sering efektif:
- pagi sebelum aktivitas,
- siang jam istirahat,
- malam hari setelah jam kerja.
Namun, performa terbaik tetap bergantung pada kebiasaan audiens masing-masing akun.
8. Dorong Share, Bukan Hanya Like
Di algoritma baru, share memiliki bobot tinggi. Konten yang dibagikan dianggap bernilai bagi pengguna lain.
Konten yang mudah di-share biasanya:
- informatif,
- relatable,
- memancing “wah” atau “ini gue banget”.
Penutup
Masuk FYP TikTok di algoritma baru 2026 bukan soal keberuntungan, melainkan strategi. Fokus pada kualitas konten, interaksi nyata, dan konsistensi niche menjadi kunci utama. Dengan memahami cara kerja algoritma terbaru, peluang video menjangkau audiens luas tetap terbuka—bahkan untuk akun baru sekalipun.