Kemenhub Tutup Sementara 11 Bandara Perintis di Papua Usai Insiden Penembakan Pilot
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi--Dok. Kemenhub
PAPUA.DISWAY.ID - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sementara 11 bandara dan lapangan terbang perintis di wilayah Papua. Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif menyusul insiden penembakan yang menewaskan pilot dan kopilot pesawat perintis milik Smart Cakrawala Aviation.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, penutupan dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan penerbangan dan keamanan operasional bandara.
"Salah satu sikap atau tindakan preventif kami sekarang ini adalah dengan menutup beberapa bandara yang kami rasakan belum cukup memadai keamanannya, sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Menhub dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Penutupan Bandara Dilakukan Demi Keamanan
Menurut Dudy, bandara-bandara tersebut dinilai belum memiliki tingkat pengamanan memadai, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi operasional penerbangan perintis.
Kemenhub juga telah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan guna memperkuat stabilitas wilayah.
"Kami melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan yang ada di bandara itu bisa bisa kita kelola dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Operator Hentikan Penerbangan Tak Disanksi
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menegaskan operator penerbangan yang menghentikan operasional dengan alasan keamanan tidak akan dikenakan sanksi.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan operator yang menghentikan penerbangan, karena alasan keamanan tidak akan dikenakan sanksi," kata Lukman.
Ia menyebut penerbangan perintis tetap dapat dilakukan dengan catatan kondisi keamanan bandara tujuan terpenuhi.
Daftar 11 Bandara Perintis yang Ditutup
Sebagai langkah antisipasi, Ditjen Perhubungan Udara menghentikan sementara operasional di sejumlah bandara dan satuan pelayanan (satpel) rawan keamanan, yakni:
- Satpel Koroway Batu
- Bandara Bomakia
- Satpel Yaniruma
- Satpel Manggelum
- Lapter Kapiraya
- Lapter Iwur
- Lapter Faowi
- Lapter Dagai
- Lapter Aboy
- Lapter Teraplu
- Lapter Beoga
“Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan,” ujar Lukman.
Insiden Penembakan Jadi Atensi Serius
Insiden penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation terjadi pada 11 Februari 2026. Pesawat yang melayani rute Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW) tersebut dilaporkan mengalami serangan di wilayah Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Dalam peristiwa tersebut, pilot dan kopilot pesawat perintis meninggal dunia.
Sumber: