FDS XV 2026 Tarik 15.000 Pengunjung, Perputaran Ekonomi Tembus Rp1 Miliar

FDS XV 2026 Tarik 15.000 Pengunjung, Perputaran Ekonomi Tembus Rp1 Miliar

FDS XV 2026 resmi ditutup dengan lebih dari 15.000 pengunjung dan perputaran ekonomi diperkirakan menembus Rp1 miliar.--Dok. Pemprov Papua

PAPUA.DISWAY.ID - Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 resmi ditutup di Kabupaten Jayapura, Sabtu (5/9/2026). Lebih dari 15.000 pengunjung memadati rangkaian penutupan yang dimeriahkan pertunjukan budaya Papua hingga pesta kembang api.

Mengusung tema “Budayaku, Hidupku”, FDS XV tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga mempertemukan sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan masyarakat.

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jayapura yang tetap mampu menggelar festival berskala besar di tengah keterbatasan fiskal.

“Tema ‘Budayaku, Hidupku’ ini sangat mendalam. Jangan sampai kita larut dalam modernisasi dan melupakan budaya kita. FDS adalah bagian integral dari Papua Cerah dan harus kita dorong bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk kebangkitan budaya,” ujar Matius D. Fakhiri.

FDS Dorong Ekonomi Masyarakat

Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan FDS XV melibatkan 270 stand, dengan 190 di antaranya diisi Orang Asli Papua (OAP). Sisanya diisi pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.

Penyelenggaraan festival tersebut diperkirakan menghasilkan perputaran uang lebih dari Rp1 miliar, sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk mereka.

“FDS tidak boleh berhenti pada seremonial. Kita ingin festival ini benar-benar menjadi kebangkitan ekonomi masyarakat Jayapura, khususnya pelaku usaha kecil dan masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan ini,” kata Yunus Wonda.

Ketua Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KPP Otsus Papua) Felix Wanggai menilai FDS XV membawa tiga pesan utama, yakni kebangkitan ekonomi kecil, penguatan budaya dan kepedulian terhadap lingkungan.

“FDS ini tidak hanya berbicara tentang festival, tetapi membawa tiga pesan penting, yaitu bagaimana ekonomi kecil bangkit, budaya kita terus hidup dan lingkungan tetap kita jaga. Kita berharap FDS dapat menjadi agenda yang berkelanjutan di Kabupaten Jayapura,” ujar Felix Wanggai.

FDS XV juga telah terpilih sebagai event nasional yang mewakili Provinsi Papua. Momentum tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan agar memberikan dampak jangka panjang bagi kebudayaan, ekonomi kreatif dan pariwisata Papua.

Sumber: