Natalius Pigai Minta Polda Papua Usut Dugaan Bom Molotov di Kantor Komnas HAM
Menteri HAM Natalius Pigai meminta Polda Papua mengusut objektif dugaan bom molotov di Kantor Komnas HAM Papua dan melindungi pimpinan Komnas HAM.--Dok. Kementerian HAM
PAPUA.DISWAY.ID - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta Polda PAPUA mengusut secara objektif dugaan pelemparan bom molotov ke Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas PAPUA.disway.id/listtag/5130/ham">HAM) Perwakilan PAPUA di Kota Jayapura.
Pigai menyampaikan permintaan tersebut di Jakarta, Rabu (9/9/2026), menyusul insiden pelemparan benda yang diduga bom molotov ke kantor Komnas HAM Papua pada hari yang sama.
“Saya minta Polda Papua secara serius untuk cek sampai dapat siapa yang melempar bom molotov ke Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua,” kata Pigai.
Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai pihak yang bertanggung jawab sebelum kepolisian mengungkap fakta berdasarkan hasil penyelidikan.
“Kita tidak bisa menuduh siapa pun lembaga mana yang melakukan, tapi itu harus berdasarkan hasil penyelidikan secara objektif oleh aparat penegak hukum,” ujarnya.
Pigai juga meminta negara memberikan perlindungan kepada pimpinan Komnas HAM Perwakilan Papua menyusul kejadian tersebut.
Kantor Komnas HAM Dilempari Diduga Bom Molotov
Sebelumnya, Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey mengatakan benda yang diduga bom molotov dilempar ke halaman kantor sekitar pukul 10.15 WIT saat aktivitas sedang berlangsung.
“Sekitar pukul 10.15 WIT pelaku melempar bom molotov dan setelah itu langsung melarikan diri,” kata Ramandey di Jayapura, Rabu (9/9).
Menurut Ramandey, benda tersebut berupa botol berisi bensin yang dilengkapi sumbu dan diarahkan ke area parkir kendaraan bermotor.
“Dari pengamatan kami, bom ini sengaja dilempar ke arah motor yang sedang parkir dengan maksud agar motor terbakar dan kemudian merembet ke arah kantor,” ujarnya.
Namun, api tidak sempat membesar dan merembet ke bangunan kantor.
Ramandey menilai kejadian tersebut sebagai bentuk teror dan kejahatan serius. Pihaknya telah membuat laporan polisi dan meminta aparat segera mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian.
Pigai berharap proses penyelidikan dapat dilakukan secara profesional dan pengungkapan kasus tersebut mencegah terulangnya aksi serupa terhadap pekerja hak asasi manusia di Papua.
Sumber: