Gubernur Papua Usulkan Penanganan 9 Ruas Jalan Strategis ke Kementerian PU

Gubernur Papua Usulkan Penanganan 9 Ruas Jalan Strategis ke Kementerian PU

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengajukan penanganan sembilan ruas jalan strategis kepada Kementerian PU untuk memperkuat konektivitas dan menekan biaya logistik.--Dok. Pemprov Papua

PAPUA.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi PAPUA mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Upaya tersebut disampaikan Gubernur PAPUA Matius D. Fakhiri saat bertemu Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Fakhiri menegaskan konektivitas darat menjadi kebutuhan mendesak untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini masih tinggi.

Konektivitas Jadi Penggerak Ekonomi Papua

Fakhiri mengapresiasi dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pembangunan jalan, jembatan, sistem penyediaan air bersih, jaringan irigasi, hingga sarana dan prasarana perumahan di Papua.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen mendukung program prioritas nasional atau Asta Cita Presiden, khususnya melalui peningkatan konektivitas sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum yang hari ini memberikan ruang untuk berdiskusi. Kami datang karena konektivitas Papua, khususnya jalur darat, sangat penting untuk membuka akses ekonomi masyarakat,” ujar Fakhiri.

Ia menjelaskan, akses jalan yang memadai akan memudahkan masyarakat membawa hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga komoditas lokal lainnya menuju pusat-pusat perdagangan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan juga diyakini mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, termasuk menghubungkan kawasan pesisir, pegunungan, hingga provinsi-provinsi baru di Tanah Papua.

“Kami ingin masyarakat yang berada di kampung dapat membawa hasil kebunnya keluar dengan biaya yang lebih murah. Begitu juga hasil tangkapan nelayan dan komoditas lainnya bisa dipasarkan dengan lebih mudah sehingga mampu meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.

Ajukan Penanganan 9 Ruas Jalan Strategis

Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua secara resmi mengusulkan dukungan penanganan sembilan ruas jalan strategis yang dinilai penting untuk memperkuat jaringan transportasi darat.

Kesembilan ruas jalan tersebut meliputi:

  • Sumberbaba–Dawai (Kabupaten Kepulauan Yapen)
  • Botawa–Koweda–Barapasi (Kabupaten Waropen)
  • Burmeso–Koweda–Barapasi (Kabupaten Mamberamo Raya)
  • Waibron–Depapre (Kabupaten Jayapura)
  • Warumbaim–Berap–Demta (Kabupaten Jayapura)
  • Waena–Arso V (Kabupaten Keerom)
  • Junction–Wardo (Kabupaten Biak Numfor)
  • Kemiri–Depapre dua jalur (Kabupaten Jayapura)
  • Jayapura–Sarmi dua jalur

Menurut Fakhiri, sebagian ruas tersebut merupakan jalan provinsi dan jalan kabupaten yang memiliki fungsi strategis dalam membuka akses ekonomi masyarakat serta memperkuat konektivitas kawasan utara Papua.

Diharapkan Tekan Biaya Logistik

Fakhiri menambahkan, pembangunan jaringan jalan tidak hanya memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menurunkan harga kebutuhan pokok, terutama di wilayah pegunungan yang selama ini menghadapi tingginya biaya distribusi.

“Jika akses darat semakin baik, harga bahan pokok di daerah pegunungan juga dapat ditekan karena distribusi logistik menjadi lebih lancar,” ujarnya.

Sumber: