Dahlan Iskan Bangun Gedung Baru, Satukan Harian Disway, DBL Indonesia dan Persebaya

Dahlan Iskan Bangun Gedung Baru, Satukan Harian Disway, DBL Indonesia dan Persebaya

Harian Disway memulai pembangunan gedung baru di Surabaya yang akan menjadi kantor bersama Disway, DBL Indonesia, dan Persebaya.--Dok. Harian Disway

PAPUA.DISWAY.IDHarian Disway segera memiliki gedung kantor baru yang berlokasi di Jalan Ketabang Kali, Surabaya. Lokasi tersebut berada tepat di belakang kantor lama Harian Disway di Jalan Walikota Mustajab yang berhadapan langsung dengan Balai Kota Surabaya.

Gedung yang dibangun secara vertikal itu disiapkan menjadi kantor bersama bagi Harian Disway, DBL Indonesia, dan Persebaya Surabaya.

Prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama digelar secara sederhana dengan mengundang sejumlah mitra dan partner perusahaan.

Chief Financial Officer (CFO) Harian Disway sekaligus pimpinan proyek, Annie Wong, berharap pembangunan gedung baru tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan perusahaan di masa depan.

“Semoga dengan pembangunan gedung Disway Center ini dapat memperkuat harapan dan komitmen kita untuk memiliki masa depan yang berkepanjangan. Kami berharap gedung ini membawa kemajuan, ruang kolaborasi, serta memberikan manfaat luas bagi kita semua,” ujar Annie Wong.

Dahlan Iskan Masih Rahasiakan Nama Gedung

Founder Disway Network dan Menteri BUMN 2011-2014, Dahlan Iskan, mengungkapkan bahwa hingga saat ini nama resmi gedung tersebut masih belum ditetapkan.

Untuk sementara, proyek pembangunan tersebut masih menggunakan nama Disway Center.

“Nama gedung ini masih saya rahasiakan. Terutama pada anak saya Azrul Ananda. Sebab dia juga merahasiakan pemain rekrutan baru Persebaya untuk musim depan,” kata Dahlan yang disambut tawa para tamu undangan.

Sebagaimana diketahui, Azrul Ananda saat ini menjabat sebagai Presiden Klub Persebaya Surabaya.

Dahlan berharap nama gedung baru tersebut nantinya mampu merepresentasikan semangat kolaborasi antara Disway, DBL Indonesia, dan Persebaya yang selama ini berkembang dalam ekosistem berbeda namun memiliki visi yang sama dalam membangun komunitas dan generasi muda.

Sempat Minta Rekomendasi Nama ke AI

Dalam sambutannya, Dahlan juga mengungkapkan sempat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mencari inspirasi nama gedung tersebut.

“Saya sempat masukkan konsep gedung ini ke AI lalu minta rekomendasi nama. Eh ternyata dikasih nama Bonek Center. Rupanya AI tahu juga Bonek,” ujarnya.

Menurut Dahlan, pembangunan gedung baru ini dilakukan secara swakelola tanpa menggunakan jasa kontraktor utama, namun tetap diawasi oleh tim pengawas proyek guna memastikan kualitas pembangunan sesuai standar yang ditetapkan.

“Kami ingin desain yang tidak biasa, yang mudah-mudahan belum ada di Surabaya. Karena itu kami ingin leluasa membangun sendiri sesuai dengan keinginan sendiri,” tegasnya.

Ditandai Pemukulan Gong dan Tiang Pancang Pertama

Sumber: